Metamorfosis ~ Pancaran Embun Pagi


Tepat tanggal 21 februari 2011. Hari senin berarti ya? Upacara berarti ya? Sepertinya aku harus siap-siap bawa sepatu dua, karena apa?? “Ketika seorang siswa terlambat datang ke sekolah maka siswa tersebut harus melepaskan sepatunya dan beraktifitas di sekolah tanpa menggunakan sepatu atau dengan kata lain alas kaki. Jika aku membawa dua sepatu berarti itu tandanya(TRING ada lampu diatas alis)”
“Ayo-ayo cepat lari, sudah terlambat! jalannya pelan lagi” suara itu lagi, apa harus aku bawa toa mesjid biar lebih jelas? Aku tidak bisa berlari di sebuah pacuan kuda pa satpam, ingat aku pusom jadi harap mengerti. Karena seekor pusom itu hobby nya tidur, nah ! kalau aku sudah tidur buat tidur lagi didalam tidur itu. Jadi harap maklum jika terlambat.
Ternyata dunia mimpi dan dunia nyata itu lebih indah dunia mimpi, lebih betah tepatnya. 2 pilihan ketika aku akan terbangun: aku tidur lagi dan bermimpi, atau aku bangun dan mengejar mimpi? *mata genit*
Mimpi ku itu sebenarnya sangat sederhana untuk diciptakan di dunia mimpi, hanya ingin bertemu kembali dengan orang yang muncul rasa keikhlasan ketika melihatnya. Sayang! Dunia nyata susah sekali di pacu, rupanya yang aku pacu bukan kuda tapi pusom. Mana bisa menang? Pusom itu susah bangun pagi! Dan embun datang saat pagi. Bukankah alam menjawab ?
“topi ku mana” ucapanku dengan tangan mengacak-acak isi tas gendong. “pr kamu udah rud” seorang perempuan bertanya pada seorang siswa laki-laki disamping ku, tapi entahlah topi masih belum kutemukan. “belum, susah ma” jawab laki-laki itu dan kata yang membuat aku untuk melihatnya. “eh richa kesiangan juga ?” tanya laki-laki itu, panggil saja namanya Rudi. Tapi ketika aku akan menjawab, mataku terpaku pada satu orang disebelah ka Rudi, langkahku terhenti. Subhanallah, ya allah ya gaffar apa ini dunia mimpi? Aku melihatnya hari ini disekolah ya allah. Inikah do’aku jika terkabul. Ya itu dia! Embun !
“hey rid” tegur ka Rudi dengan sedikit menepuk pundakku karena wajahku sedikit seperti seseorang yang akan diphoto MATI TERPAKU dengan mata melonggo. “eh iya ka, aku terlambat ini bangunnya kesiangan” jawaban untuk pertanyaan ka Rudi yang pertama. “oh iya duluan rid” sapanya lagi dengan menggandeng embun untuk masuk dalam barisan upacara.
“mohon perhatian, upacara pengibaran bendera akan segera dimulai. Tiap-tiap pemimpin barisan, menyiapkan barisannya masing-masing” seruan dari master of cheremony untuk upacara dimulai, karena aku termasuk kelompok paduan suara jadi sedikit tidak capek untuk berlari. Aduuuh kebagian barisan paling belakang deh kan akhirnya, tau gak? Jika barisan paduan suara paling belakang itu, tempatnya di koridor lab jadi otomatis posisi berasa paling tinggi. Menara pertamina(menara petronas malaysia) aja lewat tingginya, iya ikut lewat gitu !
Tapi ??? sepertinya aku bisa melihatnya dari sini, terlihat jelas sekali. Oh tuhan ternyata satu sekolah dengan ku. Selesai upacara aku harus cari tau siapa dia sebenarnya !


To be continued
@Rydakiko

0 komentar :

Posting Komentar

Pengikut

Copyright © / Ryda kiko

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger